BANYUMAS – Harap keluarga dan tim pencari untuk menemukan korban kedua kecelakaan di Jembatan Kalipelus, Sungai Pelus, pupus sudah. Jenazah Aurel Jeni Prabela (18), warga Desa Ayam Alas, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu sore (12/4/2026).
Jenazah ditemukan oleh warga setempat bernama Supriyanto (48) sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi penemuan berada di RT 2 RW 3 Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, atau sekitar beberapa kilometer dari titik kejadian awal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam kondisi mengenakan perlengkapan berkendara yang lengkap. Ia masih memakai helm, jas hujan, dan cincin di jarinya, sehingga identitasnya dapat segera dikenali.
Kronologi Musibah
Peristiwa naas ini bermula pada Sabtu malam (11/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Aurel yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya, Rini (18), mengalami kecelakaan setelah menabrak pembatas jembatan di wilayah Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran.
Hantaman keras itu membuat kedua remaja tersebut terlempar keluar dan jatuh ke dalam Sungai Pelus. Rini berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Margono Soekarjo. Namun, arus sungai yang deras menyeret tubuh Aurel hingga hilang tak berbekas selama hampir seharian.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Amin Riyanto, membenarkan bahwa tim telah berupaya maksimal melakukan pencarian sejak dini hari, namun korban baru berhasil ditemukan oleh warga pada sore hari.
Jembatan Kalipelus Kembali Disorot, Dinilai Rawan Kecelakaan
Tragedi memakan korban jiwa ini kembali menyeret sorotan publik terhadap kondisi Jembatan Kalipelus yang dinilai sangat rawan kecelakaan. Berbagai kelemahan fatal mulai terkuak, mulai dari lebar jembatan yang jauh lebih sempit dibandingkan badan jalan utama, minimnya rambu peringatan penyempitan jalan, hingga penerangan yang sangat kurang pada malam hari.
Selain itu, pagar pembatas atau guardrail yang ada dinilai terlalu rendah dan kurang kokoh, sehingga tidak mampu menahan laju kendaraan saat terjadi benturan. Kondisi ini menjadi kombinasi mematikan yang memperbesar risiko kecelakaan fatal, terutama saat cuaca buruk atau visibilitas rendah.
Masyarakat dan berbagai pihak kini mendesak Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama instansi terkait untuk segera melakukan langkah mitigasi. Perbaikan mendesak diperlukan mulai dari pemasangan rambu lalu lintas yang jelas dan mencolok, pembuatan marka jalan yang tegas, penambahan lampu penerangan, hingga penguatan struktur pagar pembatas jembatan.
Tanpa adanya pembenahan dan perhatian serius dari pihak berwenang, dikhawatirkan Jembatan Kalipelus akan kembali menjadi lokasi musibah dan memakan korban jiwa di kemudian hari.
